Windows Workflow Foundation (WWF) Introduction

sequential Workflow

Image 01 Sequential Workflow

Workflow merupakan suatu sistem yang mengharuskan setiap User untuk mengikuti prosedur/ step step yang telah ditetapkan pada logik program dari workflow itu sendiri.
Workflow merupakan suatu teknologi microsoft yang merupakan bundle dari .NET Framework 3.0


Service Service pada Workflow
1. Sql Persistence Service
2. Sql Tracking Service
3. Manual Workflow Scheduler
4. External Data Exchange

Keterangan:
WorkflowPersistanceService, digunakan untuk mengaktifkan fitur penyimpanan data pada Database, secara default Microsoft SQL Server yang digunakan(script sql untuk mengaktifkan fitur ini berada pada directory c:\\Windows\Microsoft.NET\Framework\V3.0\Window Workflow Foundation\SQL\EN).

Pada Direktori tersebut terdapat “SQLPersistenceService_Logic.sql” dan “SQLPersistenceService_Scheme.sql”.

WorkflowTrackingService, digunakan untuk mengaktifkan fitur tracking, activities apa aja yang diakses oleh workflow tersebut selama berjalan, dan tracking tersebut disimpan didalam database, Script Database untuk mengaktifkan fitur tracking berada pada directory c:\\Windows\Microsoft.NET\Framework\V3.0\Window Workflow Foundation\SQL\EN).

ManualWorkflowScheduler, service ini digunakan untuk mengatur instance dari workflow yang akan dirunning , dan dengan menggunakan ManualWorkflowScheduler maka “flow”/”alur” tidak harus menunggu hingga Workflow runtime berhenti atau finish.

Workflow Benefit

  • Business Activity atauLogical Program (Workflow) ialah "resumable", dalam artian bahwa workflow tidak bergantung pada "thread"dalam artian bahwa workflow tidak bergantung pada “thread” untuk mempertahankan alur eksekusi, akan tetapi workflow mengalokasikan tempat pada bagian atas memori (heap) untuk menyimpan “execution context” , execution context ini bisa disimpan didalam database jika eksekusi mengalami penundaan, dan menunggu “external entity” (user activity atau program activity) untuk melakukan suatu aksi yang bisa membuat workflow tersebut berjalan kembali dan workflow tersebut akan mengambil (deserialize) execution context dari database untuk melanjutkan eksekusi.
  • Untuk memperjelas, C# Program tidak menunda eksekusi dan melanjutkannya pada “thread” yang berbeda, proses, atau mesin. Sebuah C# program tidak “resumeable” dalam artian bahwa jika C# program mengalami crash, maka user harus menjalankannya kembali dari first state. Hal ini dikarenakan C# program mengandalkan thread untuk mempertahankan execution context.
  • WF atau workflow bisa dihost pada beberapa aplikasi yang berbeda, termasuk Microsoft Window Forms dan Windows Presentation Foundation application, console applications, ASP.NET web Application, dan Windows Services.



Workflow Example




Tanda Seru berwarna merah yang berada pada design layout menandakan bahwa workflow tersebut belumlah selesai atau complete



  • Jika melakukan kompilasi ketika icon tanda seru berwarna merah muncul, maka compilation error akan muncul, dan kita bisa mengklik drop down arrow untuk melihat error message yang terjadi, contoh diatas menunjukan bahwa property “condition” belum ditentukan. IfElse komponen memiliki property “Condition ” pada setiap “ifElseBranchActivity1”

Condition:


Dengan “code condition” kita diberi kebebasan untuk melakukan atau mendefine sendiri method yang akan dipanggil








Bookmark and Share

0 comments:

Post a Comment

 

Follow me & I'll follow you friend

Search This Blog

About this blog

I hope this blog could bring a new knowledge to everyone who read this article blog, at least give a complement knowledge, or reminder to the reader ! :)